Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Berita Terbaru

STUDI ISLAM DAN POLITIK DI PESANTREN; MENGAPA TIDAK?

Membangun Peradaban Harus Disertai Akumulasi Sumber Daya dan Mobilisasi Kapital

MPBA IPMAFA Terima Kunjungan Studi Banding STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta

Tingkatkan Kualitas, Dosen Magister PBA IPMAFA Adakan Ijtima’ Tansiqiy

Dirkamsel Korlantas Polri Bahas Program Keselamatan Berkendara di IPMAFA

Sabet Golden Ticket IMC, Marching Band Ansor-Banser Cepogo Bersiap Menuju Asian Music Games 2023
Share
WhatsApp
Facebook
Twitter

Redaksi IPMAFA – Usai meraih Juara 1 dan Golden Ticket Asian Marching Band Confederation (AMBC) pada Kejuaraan Nasional IPMAFA Marching Competition (IMC) 2023 (2/9), kini Marching Band Ansor-Banser Cepogo (MBAC) Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara bersiap menjadi salah satu kontingen Indonesia Kategori Military Band menuju Asian Music Games Championship 2023 di Jember pada 22-24 September.

Manajer MBAC, Faliqul Ishbah menuturkan tema yang diusung dari Sahabat-sahabat MBAC pada perhelatan Asia nanti adalah Islam Nusantara pada kategori Concert Band, dan Rainha De Jepara pada kategory International Street Parade.

“Ini menjadi kesempatan baik untuk kita karena memang kesempatan ini tidak didapat dari event-event lain. Luar biasa yang didapat karena setahun genap ini kita berdiri dan mengikuti event IMC dan dapat mencuri hati juri untuk berangkat ke Jember,” tuturnya.

Faliq mengungkapkan saat ini timnya telah melakukan persiapan matang. Baik bersinergi dengan pemerintah kabupaten kususnya maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara terkait budaya yang akan ditampilkan.

“Respon dari pemkab dan Disparbud ternyata sangat luar biasa supportnya, mereka mengajak beberapa sanggar untuk bisa menampilkan siswa dan kostum terbaiknya guna mendukung kegiatan parade street dengan tema rainha de jepara.

Faliq dan tim juga menggandeng para budayawan Jepara. Dimana saat ini dari beberapa budayawan sedang gencar mensosialisasikan bahwa Ratu Kalinyamat merupakan tokoh yang bisa dijadikan panutan para generasi muda, khussunya wanita.

“Ini momen yang tepat bagi kita untuk mengusung misi itu. Kita tunjukkan Ratu Kalinyamat bukanlah tokoh fiktif belaka, tapi benar-benar nyata adanya yang bisa memberikan semangat agi para generasi muda,” terang Faliq.

Faliq berharap dengan keikutsertaan timnya hadi ke Jember tak hanya dijadikan sebagai ajang eksplorasi bakat, pengetahuan, dan skill marching band saja. Tapi juga sebagai upaya dakwah melalui seni dan nada.

Drum band maupun marching band Banser sudah saatanya mengeksplor bakat. Dan secara umum kita bisa berkontribusi dalam dakwah melalui seni musik atau musical activity,” katanya.

“Semoga bisa memotivasi sahabat-sahabat Banser yang lainnya. Dengan segala persiapan yang ada dan didukung beberapa pihak mulai dari pemkab dan dan IPMAFA atau pihak terkait kita optimis bisa menampilkan yang terbaik dan bisa membawa pulang juara. Kalaupun tidak, tetap semangat karena itu bagian dari proses dan pengalaman,” pungkasnya. (Uha-01)