Purworejo (15/6), BEM Prodi Pendidikan Bahasa Arab Staimafa kembali mengadakan acara peningkatan kemampuan berbahasa Arab melalui bedah buku “Pengantar Studi Nahwu” karya Abdullah Muzakky Lc. M.Hum.
Bertempat di aula kampus Staimafa, acara berjalan menarik peserta karena menghadirkan narasumber Abdullah Muzakky yang sekaligus penulisnya langsung sebagai pembedahnya. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diisi dengan diskusi dan berjalan cukup interaktif terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan dari peserta.
“Huruf-huruf Arab memiliki nilai-nilai filosofis dan mistis, rangkaian huruf-huruf yang dirangkai oleh ulama sufi itu memiliki khasiat dan menjadi rajah. Jadi ada keterkaitan antara dunia nahwu dengan tasawuf, karena kebanyakan ulama nahwu didominasi oleh orang Persia dan Irak seperti dari Bashrah dan Kuffah, dan kebanyakan mereka itu adalah ulama-ulama sufi yang ahli tirakat” Abdullah Muzakky dalam paparannya.
Selain itu, Muzakky juga menjelaskan bahwa peletak dasar ilmu nahwu adalah Ali bin Abi Thalib sebagai Bapak Ilmu Nahwu, kemudian Abu Aswad Al-Dua’li yang mendapatkan perintah langsung dari Ali bin Abi Thalib untuk menulis Ilmu Nahwu. Pada awalnya, ilmu ini ditulis sebagai reaksi atas merebaknya lahn (kekeliruan gramatikal) dalam kehidupan berbahasa Arab pada masa Ali bin Abi Thalib. (Hadziq)