Redaksi IPMAFA – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menunjukkan produktivitas kreatifnya melalui kegiatan launching dan diskusi film bertajuk Layar Riang yang digelar di Aula II kampus IPMAFA Pati, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menampilkan tiga karya film mahasiswa berjudul Dzon, Nyingkir, dan Welas, yang mengangkat realitas sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketiga film tersebut merupakan hasil pembelajaran dari Mata Kuliah Sinematografi Film Fiksi. Dzon mengangkat tema prasangka dalam menilai seseorang, Nyingkir mengeksplorasi hubungan emosional antara ayah dan anak laki-laki, sementara Welas menggambarkan perjuangan orang tua dalam membesarkan anak-anaknya.
Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat IPMAFA, Isyrokh Fuaidi, dalam sambutannya menegaskan bahwa proses memiliki peran penting dalam membentuk kualitas seorang kreator. Ia menilai bahwa proses yang instan justru berpotensi mengurangi kedalaman kapasitas seseorang dalam berkarya.
Menurutnya, ada tiga nilai utama yang dapat dipetik dari proses produksi film. Pertama, proses tersebut mengasah kreativitas mahasiswa pada tingkat yang lebih tinggi. Kedua, mahasiswa belajar membangun kerja sama tim dan memahami peran masing-masing. Ketiga, hasil dari proses yang maksimal akan menghadirkan kepuasan, baik bagi pembuat maupun penikmat karya.
Ketua Program Studi KPI IPMAFA, Siti Asiyah, turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa KPI angkatan 2023 atas capaian karya mereka. Ia menekankan pentingnya kepercayaan diri sebagai modal utama dalam proses berkarya, serta menyampaikan penghargaan kepada dosen pendamping yang telah berkontribusi dalam proses produksi.
Senada dengan itu, dosen pengampu Mata Kuliah Sinematografi Film Fiksi, Fajar Adhi Kurniawan, menilai bahwa kegiatan launching dan diskusi film perlu dijadikan agenda rutin. Hal ini penting untuk menciptakan ekosistem kreatif yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan produksi film di lingkungan kampus.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para sutradara dari masing-masing film. Dalam sesi tersebut, para kreator membagikan pengalaman selama proses produksi, termasuk bagaimana ide cerita kerap muncul secara spontan, baik dari pengalaman pribadi maupun fenomena sosial yang mereka temui di masyarakat.







