Pesantren Islam Nusantara

Oleh: Munawir Aziz* PESANTREN selama ini jadi salah satu pilar kokoh kemerdekaan dan kemandirian negeri ini. Jaringan ulama pesantren pula yang membangun pilar perjuangan untuk kemerdekaan bangsa ini. Pada awal abad XX, ulama pesantren membentuk jaringan dan membangun rasa nasionalisme untuk melawan rezim kolonial. Tapi kontribusi besar pesantren dan jaringan ulama tidak banyak diakomodasi dalam […]

Meneguhkan Islam Nusantara

Oleh Jamal Ma’mur Asmani Selasa, 16 Rajab 1436 H, bertepatan 5 Mei 2015, Nahdlatul Ulama (NU) memeringati Hari Ulang Tahun yang ke- 92. Berdiri pada 16 Rajab 1344 H di Surabaya, NU sudah menegaskan diri sebagai organisasi yang toleran terhadap pluralitas budaya dan perbedaan pendapat dalam sistem bermadzhab.

Bekerja Bukan (Sekedar) Demi Menjadi Kaya

Oleh: Tutik N. Jannah Bekerja sesungguhnya merupakan salah satu bentuk rasa syukur manusia atas nikmat kesehatan badan dan juga pikiran yang diberikan Alloh SWT. Sebab ketika bekerja, seseorang akan menggerakkan raga dan otak yang dimilikinya. Dengan menggerakkan raga dan otak yang dianugerahkan Tuhan, artinya seseorang telah berusaha mensyukuri nikmat dengan memaksimalkan fungsi dan kegunaannya demi […]

Fiqh Sosial, Pilihan Fiqh Indonesia

Oleh: Umdah El Baroroh Sejarah perkembangan fiqh telah berjalan berabad-abad. Setiap fase perkembangannya, fiqh memiliki corak yang berbeda-beda. Perbedaan corak itu dipengaruhi oleh kondisi sosial yang melingkupi. Ini semakin meyakinkan bahwa fiqh merupakan pergulatan teks dan budaya dalam merespon permasalahan masyarakat. Oleh karena itu fiqh dengan demikian mengalami pasang surut, dari yang sifatnya simple sampai […]

Imlek, Ahok, dan Gus Dur

Oleh: Munawir Aziz ORANG Tionghoa di Indonesia sedang menyambut hadirnya Imlek. Perayaan Tahun Baru Imlek 2566 pada 19 Februari 2015 ini menjadi bagian dari ekspresi kultural orang-orang Tionghoa di Indonesia. Perayaan Imlek tidak hanya ramai diselenggarakan di kelenteng, namun juga menjadi ritual tradisi di masjid, gereja, bahkan sebagai kirab masal. Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) […]

Hubungan Antar Etnis dari Kami Menjadi Kita

Oleh Gunawan Budi Susanto Sampai hari ini, etnis Tionghoa masih acap menerima stigma: semata-mata makhluk ekonomi, yang cuma mengerti dan mencari uang, tanpa kesediaan berbagi. Muncul pula penilaian mereka cenderung menghalalkan segala cara dalam berniaga serta pelit. Apalagi sampai hari ini pun mereka masih selalu dianggap dan diperlakukan sebagai liyan, yang lain. Kenapa? Berikut perbincangan […]

Sinergi Pilkades Massal Pati

Oleh Munawir Aziz “Dalam pilkades massal 2015, tantangan politik dan strategi ekonomi kreatif menjadi kunci bagi Pemkab” Pemerintah Kabupaten Pati tahun ini menyelenggarakan hajatan penting dan strategis. Pada 28 Maret mendatang  akan diselenggarakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 220 desa. Penyelenggaraan pesta demokrasi massal ini penting, untuk menyiapkan regenerasi pemimpin desa yang siap menyongsong […]

Wantimpres

Munawir Aziz, Peneliti, alumnus pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Di tengah gelombang pasang politik Indonesia saat ini, Presiden Joko Widodo melantik anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Pada 19 Januari 2015 kemarin, Presiden Joko Widodo melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), yang terdiri atas tokoh-tokoh berpengalaman. Pelantikan anggota Wantimpres menjadi isu hangat di tengah badai politik […]

Melanjutkan Gerakan Kiai Sahal

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani “Momentum haul pertama Kiai Sahal seyogianya mendorong warga NU melanjutkan gerakan kiai besar itu” Pada Selasa, 13 Januari 2015 bertepatan dengan 22 Rabiulawal 1436 H, KH MA Sahal Mahfudh telah satu tahun meninggalkan kita. Keluarga menggunakan kalender hijriah untuk memperingati haulnya. Pemikiran Mbah Sahal hingga kini selalu menginspirasi kita. Ia kombinasi […]

Kajian Tradisi Jawa Pesisiran

Interaksi orang Jawa di pesisiran menghadirkan kisah silang budaya antartradisi. Interaksi antarkebudayaan lewat perdagangan, diplomasi politik, dan militer melahirkan watak kosmopolit. Terlebih jejak sejarah kekuasaan Majapahit, Demak, Cirebon, dan Banten banyak memengaruhi orang di pesisir utara Jawa untuk mengenal kebudayaan Eropa, Arab, India hingga Tiongkok.