Dosen IPMAFA Raih Beasiswa Visiting Research ke Uzbekistan, Siap Bawa Tradisi Pesantren ke Panggung Akademik Dunia

Redaksi IPMAFA Kabar membanggakan kembali datang dari Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati. Salah satu dosen IPMAFA, Dr. Sahal Mahfudh Abdurrahman, M.Pd., berhasil lolos sebagai penerima Beasiswa Visiting Research 2026 yang didanai sepenuhnya oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Melalui program bergengsi tersebut, Dr. Sahal akan melaksanakan riset selama satu bulan di Uzbekistan untuk mengkaji jejaring intelektual Islam antara Asia Tengah dan Nusantara.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses seleksi nasional yang berlangsung sangat kompetitif. Berdasarkan surat keputusan LPTNU PBNU Nomor 189/PB.17/A.I.02.22/22/06/2026, Dr. Sahal terpilih sebagai salah satu dari empat peneliti terbaik se-Indonesia yang berhak mengikuti program Visiting Research 2026 setelah melewati seleksi administrasi, ujian tulis pada 2 Juni 2026, dan wawancara pada 17 Juni 2026.

Menandatangani Kontrak Beasiswa dan Mengikuti Pembekalan Akademik

Sebagai bagian dari persiapan keberangkatan, pada Jumat (17/7/2026) Dr. Sahal menghadiri penandatanganan kontrak beasiswa di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua LPTNU PBNU Prof. H. Ainun Na’im dan Sekretaris LPTNU PBNU Dr. H. M. Faishal Aminuddin.

Pada kesempatan yang sama, para penerima beasiswa juga mengikuti Pre-Departure Briefing dan pendalaman proposal riset bersama Prof. Dr. H. Machasin, M.A.. Dalam forum tersebut, setiap proposal penelitian dikaji secara mendalam untuk memperkuat aspek metodologi, kebaruan, serta kontribusi akademiknya agar mampu menghasilkan luaran penelitian yang berstandar internasional.

Mengangkat Tradisi Literasi Pesantren ke Tingkat Global

Dalam program Visiting Research ini, Dr. Sahal mengusung proposal penelitian berjudul:

“Konektivitas Literasi Transoxiana dan Nusantara: Studi Komparatif Filologis Manuskrip Chagatai dan Pegon dalam Proses Pribumisasi Islam di Asia Tengah dan Asia Tenggara.”

Penelitian tersebut berupaya menelusuri hubungan historis dan intelektual antara tradisi manuskrip Islam di Asia Tengah dengan tradisi literasi pesantren di Nusantara. Fokus kajian meliputi karakteristik paleografi dan adaptasi aksara Arab-Persia pada manuskrip Chagatai dan Pegon, perbandingan tradisi penerjemahan interlinear (makna gandul) serta hasyiyah, hingga rekonstruksi jaringan intelektual transnasional yang menghubungkan kedua kawasan tersebut.

Menariknya, penelitian ini merupakan pengembangan dari disertasi doktoral Dr. Sahal di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang mengkaji aksara Pegon sebagai instrumen ketahanan budaya masyarakat pesantren di Jawa. Temuan tersebut akan diuji secara komparatif dengan tradisi manuskrip Chagatai di kawasan Transoxiana untuk melihat kesamaan fungsi sosial, budaya, dan keilmuannya.

Riset Selama 29 Hari di Empat Pusat Keilmuan Uzbekistan

Program Visiting Research dijadwalkan berlangsung selama 29 hari, mulai 1 hingga 30 September 2026. Selama berada di Uzbekistan, Dr. Sahal akan melakukan penelitian di sejumlah pusat kajian manuskrip Islam terkemuka.

Tahap pertama dilaksanakan di Imam Bukhari International Scientific Research Center (Samarkand) dengan fokus pada kajian manuskrip hadis dan syarah beraksara Chagatai di bawah bimbingan Dr. Shovosil Ziyodov.

Selanjutnya, penelitian berlanjut di Imam Maturidi International Center dan Abu Rayhan Al-Biruni Institute of Oriental Studies di Tashkent untuk menelaah manuskrip teologi dan linguistik bersama filolog senior Dr. Bakhtiyar Babadjanov.

Riset kemudian dilanjutkan di Perpustakaan Kompleks Memorial Bahauddin Naqshbandi di Bukhara dengan fokus pada manuskrip tasawuf dan silsilah tarekat, sekaligus berdiskusi dengan Prof. Dr. Halim Turaev mengenai jejaring spiritual Asia Tengah dan Nusantara.

Pada akhir program, seluruh data penelitian akan disintesiskan dalam bentuk matriks komparatif digital serta disusun menjadi draf artikel ilmiah yang ditargetkan terbit pada jurnal internasional bereputasi.

Menguatkan Kiprah IPMAFA di Kancah Internasional

Rektorat beserta seluruh sivitas akademika IPMAFA menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dosen-dosen IPMAFA mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global, sekaligus membawa khazanah keilmuan pesantren Indonesia ke ruang akademik internasional.

IPMAFA juga menyampaikan terima kasih kepada LPTNU PBNU atas dukungan penuh melalui program Visiting Research 2026. Diharapkan penelitian ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik internasional, tetapi juga semakin memperkenalkan tradisi keilmuan pesantren—seperti makna gandul, hasyiyah, dan aksara Pegon—sebagai bagian penting dari warisan intelektual Islam yang memiliki relevansi global.

Melalui capaian ini, IPMAFA kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang aktif menghasilkan riset berkualitas, memperluas kolaborasi internasional, dan berkontribusi dalam pengembangan peradaban ilmu pengetahuan.