HMPS PGMI IPMAFA Perkuat Mentalitas Calon Guru

Redaksi IPMAFA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) kembali menggelar Diskusi Ibtida’ III sebagai ruang penguatan kapasitas calon guru menghadapi tantangan pendidikan di era disrupsi. Mengusung tema “The Future Ready Teacher: Menjaga Api Semangat di Tengah Disrupsi Pendidikan”, kegiatan ini berlangsung di Aula II IPMAFA, Pati (27/Juni/2026).

Menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi dan alumni, kegiatan ini memberikan perspektif komprehensif mengenai kompetensi yang harus dimiliki seorang pendidik di masa depan. Narasumber pertama, Irma Nur Af’idah, M.Pd., selaku dosen sekaligus Sekretaris Program Studi PGMI IPMAFA, menyoroti pentingnya fleksibilitas guru dalam menghadapi perubahan kurikulum dan perkembangan teknologi pendidikan.

Sementara itu, Nashwa Aisya Zahira, S.Pd., alumni PGMI angkatan 2025 sekaligus lulusan terbaik tingkat institut, membagikan pengalaman serta motivasi kepada peserta agar mampu menjadi guru yang adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan Islam sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.

Diskusi yang diikuti sekitar 155 mahasiswa PGMI semester II hingga VI berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar strategi menjaga idealisme mengajar di tengah tuntutan administrasi digital, sekaligus merefleksikan kembali alasan mereka memilih profesi guru.

Dalam sesi penutup, para narasumber menegaskan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tidak akan mampu menggantikan guru yang mengajar dengan hati. Karena itu, mahasiswa PGMI didorong menjadi future-ready teacher yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan keteladanan, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap proses pembelajaran.

Melalui Diskusi Ibtida’ III, HMPS PGMI IPMAFA kembali menegaskan komitmennya sebagai wadah pengembangan akademik dan profesional mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan calon guru madrasah yang adaptif, berdaya saing, serta siap menjawab tantangan pendidikan Islam di masa depan.