Redaksi IPMAFA – HMPS KPI bersama Program Studi KPI IPMAFA sukses menyelenggarakan Festival Film Kinefest 2026 yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya. Mengusung tema “Sinema Anak Bangsa”, kegiatan yang digelar di Aula 2 Kampus IPMAFA pada Selasa (30/06/2026) ini berhasil mencatat 127 karya film yang masuk, sekaligus menunjukkan meningkatnya antusiasme sineas muda dari berbagai daerah untuk berkarya dan berkompetisi melalui Kinefest.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sivitas akademika IPMAFA, pegiat film, peserta festival, dewan juri, serta tamu undangan. Berbagai rangkaian acara turut memeriahkan festival, mulai dari pemutaran film pilihan, diskusi film, pengumuman pemenang, hingga penyerahan penghargaan kepada karya-karya terbaik.
Tema “Sinema Anak Bangsa” menjadi wujud komitmen Kinefest sebagai ruang bagi lahirnya karya-karya sineas Indonesia yang mampu merefleksikan identitas, nilai-nilai kemanusiaan, keberagaman budaya, serta berbagai realitas sosial melalui bahasa sinema. Selain itu, tema tersebut juga menjadi ajakan bagi generasi muda untuk memandang film tidak sekadar sebagai media hiburan, tetapi juga sarana edukasi, kritik sosial, dan penyebaran nilai-nilai positif bagi masyarakat.
Sejak pertama kali diselenggarakan, Kinefest hadir sebagai ruang apresiasi dan pengembangan perfilman yang mengedepankan kreativitas, edukasi, serta nilai-nilai sosial melalui medium film. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, festival ini terus menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari jumlah karya yang diterima maupun kualitas film yang diproduksi para peserta.
Pada tahun ini, Kinefest menghadirkan dua kategori kompetisi, yaitu Kompetisi Film Pelajar MA/Sederajat dan Kompetisi Film Mahasiswa/Umum. Seluruh karya yang masuk melalui tahap seleksi dan penilaian oleh dewan juri sebelum ditetapkan sebagai nominasi dan pemenang.
Panitia juga memberikan penghargaan Best Screenplay sebagai bentuk apresiasi terhadap kekuatan penulisan skenario, serta Best Picture bagi film terbaik yang dinilai unggul dari berbagai aspek, seperti cerita, penyutradaraan, sinematografi, penyuntingan, hingga kekuatan penyampaian pesan.
Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat IPMAFA, Isyrokh Fuaidi, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Kinefest yang telah memasuki tahun ketiga.
“Kami mengapresiasi terselenggaranya Kinefest hingga tahun ketiga. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun ekosistem perfilman yang sehat di lingkungan akademik maupun masyarakat. Harapannya, Kinefest terus bertumbuh, tidak hanya dikenal di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mampu berkembang menjadi festival film bertaraf internasional yang membawa nama baik institusi dan Indonesia,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, juri Kinefest 2026, Dhanang Heri Wibisono, menilai bahwa festival film memiliki posisi strategis dalam menghadirkan tontonan yang berkualitas di tengah derasnya arus konten digital saat ini.
“Festival seperti Kinefest menjadi ruang yang penting bagi masyarakat untuk menikmati karya-karya film yang memiliki kualitas cerita, visual, dan pesan yang kuat. Di tengah banjir konten media sosial yang tidak semuanya memberikan nilai positif, festival film dapat menjadi alternatif tontonan yang lebih berkualitas sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi audiovisual,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan tahun ketiga ini, Kinefest tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar, berdialog, dan berkolaborasi bagi pelajar, mahasiswa, komunitas film, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan perfilman Indonesia.
Dengan capaian 127 submission dan semangat “Sinema Anak Bangsa”, Kinefest semakin menegaskan posisinya sebagai festival film yang terus berkembang dan diharapkan mampu melangkah menuju festival film bertaraf internasional pada masa mendatang.






