PMI IPMAFA Gelar Seminar Nasional Pesantren Berdaya sebagai Pilar Pengembangan Masyarakat dan Kemandirian Ekonomi

Redaksi IPMAFA — Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IPMAFA menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional dan Sekolah Pemberdayaan PMI 2026 dengan tema “Pesantren Berdaya sebagai Pilar Pengembangan Masyarakat dan Kemandirian Ekonomi melalui Social Entrepreneurship”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula 2 IPMAFA pada Kamis (18/06/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Ketua RMI PCNU Kabupaten Pati, KH. Muhammad Liwa’ Uddin, M.Pd.I., sebagai narasumber utama yang menyampaikan berbagai perspektif mengenai peran strategis pesantren dalam pengembangan masyarakat dan penguatan kemandirian ekonomi umat.

Seminar Nasional dan Sekolah Pemberdayaan PMI 2026 dilaksanakan dalam bentuk seminar interaktif dan diskusi pemberdayaan yang melibatkan peserta secara aktif. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami lebih jauh bagaimana pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi.

Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan sosial melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Selain itu, pesantren juga memiliki peluang yang luas dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha produktif dan pemberdayaan UMKM berbasis pesantren.

Tema yang diangkat pada kegiatan ini menjadi relevan dengan tantangan zaman yang terus berkembang, di mana pesantren dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Konsep social entrepreneurship atau kewirausahaan sosial menjadi salah satu pendekatan yang dapat memperkuat peran pesantren dalam menciptakan dampak sosial sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, Prodi PMI bersama RMI PCNU Kabupaten Pati berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan pesantren, khususnya melalui program digitalisasi pesantren. Langkah ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan, pengelolaan kelembagaan, serta memperluas potensi pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren.

Melalui kegiatan ini, IPMAFA terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan pesantren agar semakin adaptif, inovatif, dan berdaya dalam menjawab tantangan masa depan.